Selasa, 16 September 2014

MUSIM baru Liga Champions bakal memberikan rasa baru dengan hadirnya beberapa pendatang baru di babak penyisihan grup. Ada dua klub baru, beberapa pemain dan pelatih baru, serta dua stadion baru yang diprediksi bakal ditunggu kehadirannya.
 
Malmo FF
Untuk pertama kalinya, Malmo menginjakkan kaki di babak penyisihan Liga Champions. Juara 17 kali liga Swedia itu pernah bermain di European Cup musim 1964-1965 dan terakhir mereka tampil di kompetisi terakbar benua biru pada musim 1979, meski formatnya belum Liga Champions.
 
Sementara prestasi Malmo di Liga Champions hanya sebatas di kualifikasi saja, yaitu pada tahun 2011, akan tetapi mereka tersingkir dengan agregar 3-4 dari Dinamo Zegreb. Pelatih Malmo pun memuji penampilan timnya, meski dia melarang para anak asuhnya untuk berpuas diri.
 
“Itu fantastis untuk menonton drawing dan melihat diri kami sendiri di kompetisi tertinggi seperti itu. Yang penting sekarang adalah untuk tidak puas atas kesuksesan ini. Kami juga ingin mencapai hal serupa di tahun depan,” ucap Age Hareide, pelatih Malmo.
 
PFC Ludogorets Razgrad
Dongeng Ludogorest nampaknya tak berujung. Kisah ini dimulai Mei 2013, ketika bek Levski Sofia, Dimitar Vezalov mencetak gol bunuh diri melawan PFC Slavia Sofa, membuat Ludogorets melangkahi Levski di klasemen akhir, sekaligus menjuarai Liga Bulgaria selama dua musim beruntun.
 
Ludogorets coba menata jejaknya di kancah Eropa, dengan mengikuti Europa League musim lalu, meski hasilnya kurang mengesankan. Selanjutnya musim ini, mereka berhasil lolo dari fase play-off Liga Champions, usai mengakhiri drama penalti melawan FC Steaua Bucuresti. Cosmin Moti yang merupakan bek Ludogorets, menjadi pahlawan setelah mendadak bertindak sebagai kiper di babak tos-tosan itu.
 
Hanya dalam waktu tiga musim, klub ini telah menjadi pendatang baru atas penerbangan mereka ke Liga Champions. "Tidak ada yang bisa menulis cerita seperti ini. Ini mimpi yang luar biasa. Saya tidak punya kata-kata untuk menggambarkan hal itu,” tegas Moti.
 
Ciro Immobile (Borussia Dortmund)
Sempat dilabeli “Sempurna untuk Dortmund” oleh mantan pemain Bayern Munich, Luca Toni. Capocannoniere Serie A musim lalu ini bakal menjadi suksesor Robert Lewandowski yang hengkagn ke FC Hollywood (julukan Bayern).
 
“Saya telah merealisasikan mimpi saya untuk bermain di Liga Champions. Saya tidak sabar untuk memulainya. Saya tidak tahu apakah aku akan mencetak gol lebih banyak dari Lewandowski, tapi dia masa lalu dan saya masa depan Dortmund,” ucap mantan pemain Torino itu.
 
Keylor Navas (Real Madrid)
Navas gabung ke klub pemegang gelar trofi Liga Champions dari Levante setelah bermain gemilang untuk negaranya (Kosta Rika) di Piala Dunia Brasil lalu. Dia
 
Dia menyelesaikan musim 2013/14 dengan baik. Beberapa penampilannya mendapatkan pujian global, sehingga mendorong Los Merengues untuk mendapatkan tanda tangannya. Kiper berusia 27 tahun akan merasakan pertama kalinya bermain di kompetisi elit Eropa sebagai portiere (kiper) Madrid.
 
Mehdi Benatia (Bayern Munich)
Gerak cepat dilakukan Bayern, ketika beknya Javi Martinez divonis cedera panjang. Mehdi Benatia, bek tengah yang tiba dari AS Roma menjadi rekrutan anyar di lini pertahanan. Meski dikaitkan dengan beberapa klub besar Eropa, dia memutuskan untuk memilih Bayern.
 
“Ini adalah salah satu dari empat klub terbaik di dunia. Ketika Bayern membuat penawaran, Anda tidak bisa menolak. Selama 90 menit musim lalu, saya tidak pernah bermain keras dengan Francesco Totti, tapi kali ini berbeda,” ujar bek berdarah Maroko tersebut.
 
San Mamés Stadium (Athletic Bilbao)
Malam ajaib bagi Athletic Bilbao, penantian 16 tahun untuk lolos kualifikasi Liga Champions terlunaskan. The New San Memes memberikan tuahnya, usai sukses mengubur impian Napoli untuk mentas di liga tertinggi benua Biru.
 
“Ini luar biasa, sesuatu yang tidak bisa anda menjelaskan, malam ajaib yang kami ciptakan dapat kami alami di San Mames. Stadion ini memungkinkan segalanya,” ucap gelandang Bilbao, Ibai Gomez.
 
Borisov Arena (BATE Borisov)
Pembangungan Borisov Arena dimulai pada 12 November 2010, dengan ditandai peletakan batu pertama oleh presiden Belarusia, Aleksandr Lukashenko. Tiga setengah tahun kemudian stadion menggelar pertandingan untuk pertama kalinya ketika FC Shakhtyor Soligorsk mengalahkan FC Neman Grodno 1-0 di final Piala Belarusia. Sementara FC BATE Borisov sebagai tuan rumah baru memainkan pertandingan kandang pertama mereka di sini seminggu berselang, mengalahkan FC Slutsk 3 -0.
 
"Seluruh pemain Borisov sedang menunggu stadion baru mereka dibuka. Ini adalah hadiah terhebat untuk BATE dan sepakbola Belarusia,” ucap anggota dewan BATE, Anatoli Kapski.
 
Luis Enrique (Pelatih Barcelona)
Mantan pemain Barcelona ini tidak sabar untuk mengemban tugas perdananya membawa Los Cules meraih gelar Liga Champions. Bahkan dia mendapatkan mantan rekan setimnya, yang kini bakal menjadi rivalnya di fase grup, seperti Laurent Blanc dan Frank de Boer.
 
“Saya sangat bersemangat menonton drawing Liga Champions karena ini pertama kalinya saya sebagai pelatih. Empat tim dalam undian yang dilatih oleh mantan rekan satu tim - pada akhirnya kami mendapat dua lawan yang sulit tapi juga menarik dan kami harus menentukkan langkah baik sejak awal,” tegas Luis Enrique.
 
Brendan Rodgers (Liverpool FC)
Kompetisi Premier League menyisakan nada kecewa bagi Brendan Rodgers setelah hanya meraih runner up di akhir klasemen 2013-2014. Tapi ada hikmah di balik kekecewaan itu, karena Liverpool tetaplah bermain di Liga Champions untuk musim ini, sejak 2009-2010 absen.
 
Ini mungkin titik tertinggi karier pelatih berkebangsaan Irlandia Utara. “Saya akan sangat bangga tetapi lebih membanggakan bagi para pemain dan para pendukung. Malam di Anfield begitu istimewa. Untuk melihat bendera (Liga Champions) itu kembali di tengah-tengah lapangan dan ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa,” ucap Rodgers.

3 komentar: