Tampilkan postingan dengan label F1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label F1. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 September 2014

LANCASHIRE – Mantan teknisi Formula One (F1), Ross Brawn memang telah keluar dari olahraga jet darat tersebut dengan meninggalkan Mercedes sebagai Tim Principal. Namun bukan tak mungkin dirinya untuk kembali ke arena balap mobil terpopuler tersebut.
 
Sebelumnya, Brawn sempat diisukan bakal kembali bergabung dengan tim Kuda Jingkrak Ferrari. Apalagi Brawn begitu sukses bersama Michael Schumacher di tahun 2000-an. Spekulasi pun muncul bahwa pemilik Brawn GP ini bakal ‘pulang’ ke Maranello (markas Ferrari).
 
Namun teknisi berusia 59 tahun itu mengaku tak ingin berkaitan dengan pabrikan asal Italia tersebut. "Saya tidak berpikir tentang peran di Ferrari atau di tempat lain,” ucap Brawn kepada Auto Motor and Sport, Jumat (12/9/2014).
 
“Kunjungan saya ke Maranello Mei (lalu) murni bersifat pribadi. Kami berbicara sedikit tentang 'Bagaimana jika', tapi tidak secara serius. Saya tidak berhubungan apa pun dengan Ferrari dan saya tidak lagi mencari peran dalam Formula 1,” sambungnya.
 
“ Jangan pernah berkata tidak terhadap yang tidak pernah Anda tahu dengan apa yang mungkin akan timbul. Tapi saya mengejar beberapa kepentingan di luar olahraga yang sebelumnya saya tidak pernah punya waktu untuk itu,” tegasnya.
MONZA – Direktur Eksekutif Bagian Bisnis Mercedes, Toto Wolff, membantah dugaan ia tersenyum ketika melihat salah satu pembalapnya, Nico Rosberg, membuat kesalahan dan kehilangan posisi terdepan saat race di Grand Prix (GP) Italia.
 
Dalam balapan di Monza lalu, Rosberg yang akhirnya harus finis kedua membuat setidaknya dua kesalahan di lintasan. Salah satunya di lap ke- 29 pada tikungan pertama di Autodromo Nazionale Monza Cirkuit.
 
Kesalahan tersebut membuat Rosberg melebar keluar lintasan, dengan posisi terdepan kemudian ditempati oleh rekan satu timnya, Lewis Hamilton, yang pada akhirnya tampil sebagai pemenang di GP Italia itu.
 
Insiden tersebut ramai memicu adanya unsur kesengajaan. Pembalap asal Jerman itu dituding melakukan kesalahan tersebut sebagai “hukuman” menyusul insiden di GP Belgia, ketika sebuah manuvernya membuat Hamilton out dari balapan.
 
Selain perihal itu, terdapat pula tuduhan bahwa Wolff menyunggingkan senyum di wajahnya ketika melihat nasib Rosberg pada lap ke- 29. Tudingan itu bersumber dari kemunculan gambar Wolff yang sedang tersenyum beberapa detik usai Rosberg melebar.
 
Akan tetapi, Wolff menyatakan bahwa gambar itu tidak diambil secara live saat kejadian, melainkan stok gambar yang sudah diambil juru kamera sebelum insiden yang melibatkan Rosberg pada GP Italia akhir pekan lalu.
 
“Siapapun yang memunculkan tuduhan seperti itu dan berusaha menyambung-sambungkan dalam gambar semacam itu, pasti benar-benar gila. Gambar itu tidak diambil secara live,” terang Wolff, kepada Auto Sport, Rabu (10/9/2014).
 
“Kapanpun kamera menyorot Anda, sinyalnya muncul kemudian. Kejadiannya tidak sesuai dengan gambar yang ditayangkan. Rasanya seperti The Big Brother (tayangan reality show) sedang mengamati Anda. Jadi, lain kali saya sembunyi saja di kantor teknisi,” sambung pria kelahiran Viena, Austria, 42 tahun yang silam itu.
 
“Itu merupakan senyuman ketika keduanya (Hamilton dan Rosberg) saling berdekatan. Hal itu merupakan senyuman yang puas melihat persaingan antara mereka yang begitu puas,” tutupnya.
BRACKLEY – Pembalap tim Formula One (F1) Mercedes, Nico Rosberg tak ingin berkelit terkait kesalahan fatal yang ia lakukan di Grand Prix (GP) Italia, Minggu 7 September 2014. Insiden itu menjadi titik awal Lewis Hamilton memimpin lomba hingga garis finis.

Seperti diketahui, Rosberg sempat mencuri posisi terdepan dari rekan satu timnya itu. Namun entah mengapa usai keluar dari pit, Rosberg malah membuat kesalahan di tikungan pertama. Praktis hal itu dimanfaatkan Hamilton untuk mengudeta posisi Rosberg.

Atas kesalahan tak lazim Rosberg itu kepala tim Mercedes, Toto Wolff sempat ditanyai apakah ada unsur kesengajaan terkait insiden tersebut. Seperti diketahui, pada seri sebelumnya di Belgia, Rosberg membuat Hamilton harus menepi usai mengalami benturan dengannya. 

Namun pria asal Jerman itu menolak tuduhan yang tertuju kepadanya itu. “Saya sudah mendengar tuduhan itu. Tetapi alasan apa yang membuat saya melakukan hal semacam itu, saya tak memiliki alasan atas insiden itu. Tak ada perintah dari paddock tim untuk melakukannya,” ucap Rosberg, dikutip oleh Crash, Senin (9/9/2014).

“Saya tahu orang-orang mengaitkannya dengan apa yang terjadi di Spa, tetapi itu adalah kesalahan dan saya sudah meminta maaf. Tentu ada pembicaraan terkait insiden di Spa, tetapi masalahnya sudah selesai,” lanjutnya.

Masih menurut sang pemuncak klasemen sementara F1 2014, tak ada keharusan baginya untuk membayar kesalahan di Spa. Baginya kesalahan bisa terjadi kapan saja, jadi tak ada alasan dan menolak anggapan dirinya sengaja memberikan jalan kepada Hamilton.
MONZA – Pemenang seri ke-13 Formula One (F1), Lewis Hamilton mengaku bahwa kecepatan mobil W05 miliknya di atas para rival saat berlaga di Grand Prix (GP) Italia, Minggu 7 September 2014. Bahkan ia sesumbar dirinya selalu berada di performa puncak sepanjang musim ini.

Performa Hamilton sepanjang akhir pekan lalu di atas sirkuit Monza, Italia terbilang konsisten.  Sempat kehilangan posisi terdepan di awal lomba, Hamilton menunjukkan determinasi dengan mengambil alih posisi terdepan pada lap 10. Hal itu tak terlepas dari kesalahan yang dilakukan oleh rekan satu timnya, Nico Rosberg usai masuk pit.

Atas penampilannya itu, Hamilton mengaku selalu tampil maksimal di sepanjang musim ini. Apalagi dirinya kian termotivasi mengalahkan Rosberg usai insiden di GP Belgia dua pekan sebelumnya. 

“Seluruh pengalaman itu membuat saya begitu siap sebelum turun ke lintasan. Apalagi kami mempersiapkan mobil dengan sempurna,” ucap Hamilton, kepada Crash, Selasa (9/9/2014).

“Jelas kami paling cepat di Monza, bahkan dibanding dengan Rosberg kami masih unggul. Saya harus memastikan moment ini terus berlanjut,” tambahnya.

Selain itu, The Boss-julukan Hamilton- mengatakan nilai paling positif yang dapat dipetik pada akhir pekan lalu adalah bagaimana ia tetap menjaga ketenangannya sepanjang race berlangsung. Tak lupa, dirinya juga harus siap secara mental akan hal-hal tak terduga yang dapat terjadi di atas lintasan.

Selasa, 09 September 2014

Sebastian Vettel (Foto: Reuters) enlarge this image
MONZA – Formula One musim ini menyisakan enam seri lagi, dan juara bertahan F1 musim lalu dari Red Bull, Sebastian Vettel agaknya sudah mulai pasrah menanggapi performanya yang anjlok musim ini dengan mobil RB10.

Namun pilot asal Jerman itu legowo menerima fakta bahwa musim ini, merupakan musim yang sulit dan mencoba memetik pengalaman di tahun ini, sehingga membuatnya dan tim Red Bull semakin kuat ke depannya.

“Target kami jelas untuk kembali ke depan, namun saat ini jarak yang ada cukup besar, namun kami akan bekerja keras untuk menutup jarak tersebut. Kami mengalami kesulitan tahun ini, namun hal tersebut hanya akan menguatkan kami jika kami belajar darinya,” papar Vettel kepada ESPN, Senin (8/9/2014).

Pada seri terakhir di sirkuit Autodromo Nazionale Monza, Italia. Performa Vettel tak kunjung membaik dan hanya menempati peringkat keenam di bawah rekannya, Daniel Ricciardo. Ia pun menjelaskan bahwa raihan tersebut, merupakan hal terbaik yang dapat diraihnya, karena Vettel memaksakan ban mobil hingga level keausan ban memuncak.

“Saya pikir hasil itu maksimal yang dapat kami capai. Pada penggunaan ban keras, kami tak mampu menjaga kondisi ban sesuai keinginan kami,” lanjutnya singkat.

“Namun dari sisi strategi, kami ingin mendekat dengan McLaren, jadi kami semakin agresif memacu mobil dan berhenti (masuk bengkel) hanya diawal. Namun ban mulai mencapai puncaknya di akhir dan hanya segitu kemampuan kami,” tuntasnya.

Rabu, 03 September 2014

Tim McLaren. (Foto: Crash)WOKING, Okezone.com - Direktur Balap McLaren, Eric Boullier menegaskan timnya tidak akan menyerah dalam tujuh balapan tersisa musim ini. McLaren mengawali pertarungan musim ini dengan meraih podium di Grand Prix Australia, Januari lalu.  
Ialah Kevin Magnussen yang menyudahi balapan di Sirkuit Albert Park dengan catatan waktu 01:33:25.487 detik dan berhasil menjadi yang tercepat kedua setelah pembalap Mercedes, Nico Rosberg. Sementara Jenson Button berada di urutan ketiga dengan catatan waktu 01:33:28.737 detik.

Sayang, di 11 seri berikutnya tak ada nama pembalap tim McLaren. Meski begitu, Boullier optimistis McLaren akan meraih hasil bagus di Grand Prix Italia, akhir pekan nanti. Selain itu, sang direktur juga percaya bahwa McLaren akan menyelesaikan musim ini jauh lebih kuat.

“Tujuan kami untuk sisa musim adalah mengonsolidasikan posisi kami di papan klasemen dan terus meraih poin di setiap balapan. Saya merasa semangat dalam tim sangat kuat, sehingga saya optimis akan ada perbaikkan sebelum akhir tahun,” tutur Boullier, seperti dilansir Crash, Rabu (3/9/2014).

Boullier selanjutnya membahas mengenai Grand Prix Italia yang akan digelar di Autodromo Nazionale Monza. Menurut sang direktur, balapan di Negeri Pizza memiliki daya tarik tersendiri.

“Setiap akhir pekan di Autodromo Nazionale Monza terasa istimewa dan Grand Prix Italia selalu menghadirkan hal unik dan menarik. Tiba di Italia pada akhir musim panas seperti turning-point, karena kami mulai melihat akhir tahun dan merenungkan perjalanan selama semusim,” sambungnya.

“Tiga balapan terakhir selalu menjadi tantangan yang sangat berat bagi tim mana pun, baik secara mental maupun fisik. Yang terpenting adalah menjaga fokus kami,” tuntasnya.
Hamilton: Monza Spektakuler!Lewis Hamilton. (Foto: Reuters)LONDON, Okezone.com – Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton tampak tak sabar melakoni balapan di Grand Prix Italia yang akan digelar di Autodromo Nazionale Monza, 7 September nanti. Pembalap asal Inggris itu menilai bahwa Monza memilik trek yang spektakuler.

“Monza sangat indah! Ini merupakan sirkuit tercepat di mana Anda bisa berkendara sepanjang tahun. Ini adalah sirkuit dengan trek yang sangat teknis dan semua soal pengereman, riding, dan memantul dari krebs.. sangat spektakuler!” tegas Hamilton, seperti dilansir Crash, Rabu (3/9/2014).

Sepanjang balapan tahun ini, Hamilton tercatat sudah sembilan kali naik podium, lima di antaranya di posisi pertama, yakni di GP Malaysia, GP Bahrain, GP China, GP Spanyol, dan di hadapan para pendukungnya di GP Inggris.

Kekasih dari Nicole Scherzinger itu sendiri baru saja dinobatkan sebagai GQ Sportsman of the Year atau olahragawan terbaik tahun ini oleh salah satu majalah terkemuka di dunia, GQ, yang diselenggarakan di Royal Opera House London.