Senin, 15 September 2014

NEW YORK-Meraih gelar grand slam di ajang US Open untuk kali pertamanya, dan kembali menempati 10 besar rangking petenis dunia. Membuat petenis Kroasia, Marin Cilic bak berasa di puncak dunia.

"Saya terus berputar di rangking 20, 25, 15 besar dan segalanya kadang berjalan baik, terkadang tidak. Anda terkadang dibawah dan diatas. Saya merasa sangat menjadi inspirasi semua orang yang bekerja keras. Saya jelas menjadi lebih kuat, jika melihat seseorang seperti diri saya mencapai hal seperti ini," Cilic menjelaskan, seperti diwartakan Tennis.com, Rabu (10/9/2014).

"Performa saya seperti tiba-tiba keluar. Beberapa hal terjadi tepat sebelum turnamen dimulai, saya memiliki perasaaan baik, dan kemudian pertandingan demi pertandingan saya jalani, saya memainkan tenis dengan baik. Tiga pertandingan terakhir berjalan sempurna," lanjutnya.

Di tiga pertandingan terakhir, Cilic dengan mulus mengalahkan Tomas Berdych, Roger Federer, dan juga petenis kejutan, Kei Nishikori. Padahal sebelumnya ia menjalani pertandingan panjang dengan Gilles Simon, melalui lima set.

"Saya memulai pertandingan yang luar biasa melelahkan melawan Simon. Namun setelahnya, saya terus melaju melawan para petenis top tersebut. Hal ini buat saya, berarti segalanya. Pencapaian ini sangat besar, dan momen besar untuk saya dan tim, serta semuanya yang mendukung saya, percaya dan tak pernah menyerah. Inilah puncak dunia," paparnya.
MISANO ADRIATICO – Bukan posisi terdepan, bukan pula grid kedua yang didapat Valentino Rossi pada sesi kualifikasi, melainkan tempat ketiga. Namun capaian itu cukup membuatnya puas lantaran bakal tetapstart dari barisan terdepan.

Vale – sapaan Rossi, sukses mengklaim tempat ketiga dengan mengoleksi catatan waktu terbaik, 1 menit 33,302 detik, di belakang penyabet poleyang juga rekan setimnya di Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, serta rider Pramac Ducati, Andrea Iannone.

“Sesi pagi sebenarnya sudah cukup lumayan, namun di sesi petang (kualifikasi zona waktu San Marino), kami selangkah lebih baik soal setelan motor. Hal ini penting untuk besok (sesi race, malam nanti.red),” ujar Vale, sebagaimana disadur Crash, Minggu (14/9/2014).

“Saya sangat puas karena ini kali pertamanya saya mendapatkan barisan terdepan selama musim ini. Biasanya saya selalu kesulitan pada kualifikasi. Pada race terakhir (GP Inggris lalu), saya mulai bisa mengembangkan level dan selalu berada di row kedua, tapi raihan row terdepan ini penting dan lebih mudah start dari baris paling depan,” lanjut The Doctor.

Walau mulai bisa menemukan setelan mesin motor yang bagus untuk trek Misano, rider gaek itu masih merasa ada sedikit kekurangan, yang mesti dikerjakan lagi, guna menyempurnakan performa motor YZR-M1 miliknya.

“Saya senang karena catatan waktu lap saya cukup dekat dengan posisi terdepan, feel saya dengan motor juga sudah bagus, sedari sesi latihan. Sepertinya Yamaha akan sangat kompetitif,” sambung Vale.

“Akan tetapi masih ada hal kecil yang harus saya perbaiki. Selebihnya, saya sudah cukup siap untuk race nanti,” tutup pemilik tujuh gelar MotoGP tersebut.
LANCASHIRE – Mantan teknisi Formula One (F1), Ross Brawn memang telah keluar dari olahraga jet darat tersebut dengan meninggalkan Mercedes sebagai Tim Principal. Namun bukan tak mungkin dirinya untuk kembali ke arena balap mobil terpopuler tersebut.
 
Sebelumnya, Brawn sempat diisukan bakal kembali bergabung dengan tim Kuda Jingkrak Ferrari. Apalagi Brawn begitu sukses bersama Michael Schumacher di tahun 2000-an. Spekulasi pun muncul bahwa pemilik Brawn GP ini bakal ‘pulang’ ke Maranello (markas Ferrari).
 
Namun teknisi berusia 59 tahun itu mengaku tak ingin berkaitan dengan pabrikan asal Italia tersebut. "Saya tidak berpikir tentang peran di Ferrari atau di tempat lain,” ucap Brawn kepada Auto Motor and Sport, Jumat (12/9/2014).
 
“Kunjungan saya ke Maranello Mei (lalu) murni bersifat pribadi. Kami berbicara sedikit tentang 'Bagaimana jika', tapi tidak secara serius. Saya tidak berhubungan apa pun dengan Ferrari dan saya tidak lagi mencari peran dalam Formula 1,” sambungnya.
 
“ Jangan pernah berkata tidak terhadap yang tidak pernah Anda tahu dengan apa yang mungkin akan timbul. Tapi saya mengejar beberapa kepentingan di luar olahraga yang sebelumnya saya tidak pernah punya waktu untuk itu,” tegasnya.
MISANO ADRIATICO – Juara bertahan MotoGP, Marc Marquez bakal memburu kemenangan ke-12 di MotoGP San Marino yang bakal berlangsung Minggu (14/9/2014). Namun ada beberapa hal yang patut diperhatikan dari trek Marco Simoncelli yang berada di Misano ini.
 
Pada latihan bebas di hari pertama, pembalap Repsol Honda itu tidak sekalipun menjadi yang tercepat. Pada Free Practice (FP) pertama, Marquez berada di belakang pembalap Pramac Racing, Yonny Fernandez yang berhasil menjadi tercepat.
 
Bahkan di FP kedua, pembalap berusia 21 tahun itu merosot ke posisi tiga, setelah kalah cepat dari Andrea Dovizioso serta rekan satu timnya, Dani Pedrosa. Marquez berdalih, bahwa trek di Misano butuh waktu untuk penyesuaian ban.
 
"Latihan di hari pertama menurut saya itu berjalan dengan baik, karena itu adalah hari yang penting, di mana lintasan sangat licin, terutama saat pagi hari," ucap Marquez, seperti dilansir Crash, Sabtu (13/9/2014).
 
"Dibutuhkan banyak waktu untuk mendapatkan suhu ban dan pada saat sore harinya, dengan ban Bridgestone yang lunak, latihan sedikit lebih baik meski tidak cukup bagi saya. Sepertinya trek ini membutuhkan waktu untuk bersaing, terutama untuk penggunaan bannya,” tuntasnya.
MUNCHEN – Bayern Munich akan menjamu Manchester City dalam laga perdana penyisihan grup E Liga Champions pada Kamis (18/9/2014) di Allianz Arena. Gelandang serang Bayern Munich, Mario Gotze mengaku jika laga tersebut akan menjadi pertandingan yang sangat menarik.

Kedua tim bergabung dalam Grup E bersama CSKA Moskow dan AS Roma. Menghadapi City diakui Gotze timnya sudah melakukan persiapan yang matang guna mengulangi keunggulan musim lalu. Musim 2013-2014 lalu kedua tim juga berada dalam satu grup dan Die Roten sukses mengungguli kemenangan saat berhadapan dengan City musim lalu.  

“Laga (kontra Manchester City) akan sangat menarik. Tapi kami akan melakukan persiapan matang,” kata Gotze di laman resmi klub, Senin (15/9/2014).

Lebih lanjut Xabi Alonso yang dua kali mengantarkan Los Blancos meraih trofi Champions League mengakui jika skuad asuhan Manuel Pellegrini adalah tim kuat. Namun timnya juga ingin meraih kemenangan. Musim lalu perjalanan skuad asuhan Josep Guardiola ini harus terhenti di babak semifinal.

“Manchester City adalah tim hebat, tapi kami juga butuh kemenangan,” tegas Alonso.